9 fakta Ini Tidak Boleh Kamu Lupakan Ketika Menjalani Pernikahan

Ketika usia kita sudah memasuki 20 ke atas, pasti kita berangan-angan untuk membangun sebuah rumah tangga yang diidam-idamkan.

Namun untuk mengawali pondasi sebuah rumah tangga, tidak hanya dengan yang namanya cinta, dalam praktiknya kamu perlu mendalami pengetahuan yang bisa menguatkan sebuah bangunan rumah tangga tersebut.

Dalam hal ini. bukan hanya persiapan akad ataupn resepsi nikah saja, kita melihat lebih jauh lagi tentang persiapan dalam jangka panjang.

Karena sesungguhnya akad nikah dan resepsi itu hanya selesai mungkin dalam waktu 1-2 hari saja, sebaliknya menjalani bahtera rumah tangga itu akan terus berlanjut sampai waktu memisahkan.

Nah, agar perjalanan rumah tanggamu awet sampe kakek-nenek, kamu perlu bekal yang bisa kamu peroleh dengan mempelajari dasar-dasar ilmu pernikahan.

Apa saja ilmu tersebut? Berikut 9 fakta yang tidak boleh kamu lupakan ketika menjalani pernikahan.

Ketika Menikah, Kehidupanmu Tidak Lagi Menjadi Milikmu Sendiri, Dewasalah!

rumah tangga
kumpulanmisteri.com

Sikap dewasa ini wajib kamu punya ketika menyikapi hal apapun dalam rumah tangga. Jangan ada lagi sikap kekanak-kanakan karena saat itu kamu adalah seorang pengelola rumah tangga baik itu suami, istri, kepala rumah tangga, ibu rumah tangga, maupun orang tua bagi anak-anak,

Sikap dewasa yang harus dimiliki kamu adalah menjaga emosi, Usia 20-an memang masih sering emosi ketika menyikapi sebuah masalah. Tingkat emosinya sangat tinggi seperti mudah marah, menangis, bahkan melampiaskannya dengan kekerasan seperti memukul dan menendang.

Orang yang pandai mengontrol emosi cenderung lebih mudah introspeksi diri. Mereka bisa mengatasi amarah, sikap lapang dada dalam meminta maaf, meredam ego diri, serta sikap dewasa lainnya. Kepada orang-orang itulah kamu wajib belajar arti kedewasaan.

Memang tak mudah menyatukan dua insan menjadi satu kepala. Benar, dalam pernikahan akan ada banyak perselisihan dan pertengkaran. Pasangan yang langgeng dalam berumah tangga, mengetahui kapan dan bagaimana cara menyelesaikan masalah.

Satu lagi yang tak kalah penting untuk dimengerti, menikah adalah menyatukan 2 keluarga, untuk itu budaya dan kebiasaan calon pasangan harus kamu pelajari.

Setiap pasangan sangat mendambakan hubungan yang harmonis. Sebisa mungkin, kalian bisa menciptakan sebuah habit yang sifatnya positif mulai dari pemikiran serta tindakan. Kamu bisa memulainya dengan selalu mendukung aktifitas dan menyemangatinya ketika ia bekerja.

Nikah itu ada caranya, belajarlah hukum tentang pernikahan di Indonesia baik secara agama maupun negara.

rumah tangga islami
webislami.com

Menikah tidak melulu perkara cinta karena manusia dianugerahi kelebihan dibanding makhluk lainnya, dalam melangsungkan pernikahan juga ada adab yang harus dijalani. Dari mulai lamaran, akad, sampai resepsi pernikahan ada tata caranya tersendiri.

Di Indonesia sendiri aturannya dibagi menjadi 3 bagian yaitu secara adat, agama, dan hukum negara. Setelah bersumpah dan berikrar dalam janji suci setia, maka kamu juga akan berubah status yang diakui oleh agama, masyarakat dan negara.

Memepelajari ilmu kesehatan reproduksi wajib hukumnya, termasuk untuk urusan seks.

rumah tangga pendidikan
sebayapkbijatim.wordpress.com

Bukan maksud kami untuk mengangkat hal-hal yang tabu untuk adat ketimuran, namun memang ada benarnya seks adalah ilmu yang sangat dianjurkan untuk dipelajari dalam sebuah rumah tangga karena tingkat keharmonisan sebuah rumah tangga salah satunya dipengaruhi oleh kepuasan seks.

Bukan tentang posisi dan teknik dalam berhubungan suami-istri, namun kesehatan reproduksi juga wajib dipelajari misalnya saja untuk menghitung masa subur.

Pintar mengatur waktu antara karier dan keluarga.

rumah tangga karier
melindahospital.com

Setelah berumah tangga, kehidupanmu akan terbelah. Sekali lagi, kamu tidak boleh mementingkan diri sendiri misalnya kariermu di pekerjaan dan pendidikanmu. Tugasmu bertambah dengan mengurus keluarga tercinta.

Peranmu bertambah , untuk itu kamu mesti paham bagaimana mengatur waktu untuk keluarga dan pekerjaan. Selain untuk istri/suami dan menantu yang baik, kamu pun masih punya tugas menjadi hamba tuhan yang taat, anak dari orang tuamu, dan ayah/ibu dari anakmu.

Kuasai ilmu manajemen keuangan agar tidak “besar pasak daripada tiang”.

rumah tangga keuangan
herugan.com

Memutuskan untuk menikah berarti kamu siap dengan segalanya termasuk urusan keuangan. Setelah menikah kebutuhanmu akan bertambah mungkin beberapa kali lebih besar.

Ditambah jika hadirnya buah hati tercinta, mungkin akan membengkak 3 atau 4 kali lipat dari biasanya. Berpikirlah jauh ke depan dan mulai berinvestasi sejak dini untuk mencukupi kebutuhan jangka panjang.

Jangan karena gengsi dikedepankan di awal, kamu sampai heboh merayakan hari pernikahan dengan bermewah-mewahan, membuat undangan yang mewah, menggelar pesta yang megah sehingga bisa menguras banyak dana.

Sejatinya, efek pesta pernikahan tak seberapa besar untuk kehidupan rumah tanggamu. Sikapilah dengan bijak segala rencana pernikahanmu. cukup poin-poin penting saja yang dilakukan, maka sikap bermewah-mewahan itu sangat tidak dianjurkan.

Urusan masak, dan beres-beres rumah sebaiknya dikuasai oleh kedua calon suami-istri.

rumah tangga memasak
republika.co.id

Ini semua bukanlah tugas perempuan saja! untuk laki-laki pun sebelum menikah wajib bisa cara memasak air, menanak nasi, mengupas buah dan lain sebagainya. Jangan lupa juga urusan rumah seperti mencuci pakaian kotor, kemudian menyetrikanya hingga pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lainnya.

Sebab kamu tak akan tahu bagaimana nanti kondisi terburuk yang menerpa rumah tangga kalian. Bisa saja setelah menikah, asisten rumah tanggamu sudah keluar atau salah satu diantara kalian menderita sakit. So, teamwork diantara kalian sangat diperlukan.

Selain urusan rumah tangga, kamu mesti tahu cara mengurus anak.

rumah tangga anak
vemale.com

Tujuan utama menikah adalah melanjutkan keturunan dalam hal ini mempunyai anak. Nah rezeki terbesar sebuah keluarga adalah ketika dianugerahi anak ke dunia, merekalah tanggung jawab terbesarmu.

Tidak hanya tercukupi keperluan sandang, pamgan serta papannya, namun kamu juga dipaksa untuk mampu mendidik akhlaknya serta ilmunya. Ilmu parenting apa yang kamu terapkan pada anak akan mempengaruhi seperti apa anak ketika besar.

Pelajari DIY (Do it yourself) project.

rumah tangga anak
verdyberbagi.blogspot.com

Adalah istilah atau kalimat lain dari mendaur ulang barang-barang bekas. Keterampilan ini dianjurkan untuk dikuasai karena bisa menghemat pengeluaran kamu ketika jumlahnya membengkak. Ada banyak tips dan tutorial DIY di dunia maya, tinggal rajin atau tidaknya kamu untuk mencari.

Sering sering bersyukur dan mengerti cara mencintainya

rumah tangga bersyukur
jokosusilo.com

Ada sebuah pepatah yang mengatakan jika rumput tetangga itu akan selalu lebih hijau dibanding milik sendiri. Terlebih di zaman teknologi seperti sekarang ini ketika semua orang berlomba-lomba memperlihatkan momen bahagianya di media sosial, padahal tidak menutup kemungkinan kebahagiaan itu nyata.

Jika tidak bisa pandai mensyukuri apa yang kita miliki, niscaya rumah tanggamu akan terus terbakar api cemburu dan iri melihat orang lain. Jika sudah begitu, kamu pasti akan gampang marah dan melampiaskannya kepada pasanganmu atau lebih parahnya ke buah hati. Naudzubillah!

Kemungkinan hal itu terjadi karena kamu sudah bosan dengan kondisi kehidupanmu. Pernikahan memang keputusan yang sangat berat. Disitu kamu berikrar untuk selalu setia bertatap muka dengan orang yang sama sepanjang hidup.

Oleh karena itu, kamu harus bisa jatuh cinta terus menerus kepada orang yang sama seppanjang hari sampai ajal menjemput.

Leave a Comment